Adik Mahasiswa Baca ini!

Menuju dua tahun saya berada di keluarga besar  Partai Demokrat. Menjadi pengurus di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat adalah  tanggungjawab besar yang harus saya  pertanggungjawabkan dan tentunya adalah satu kehormatan bagi saya pribadi bahwa Ketua Umum Partai Demokrat telah memberikan kepercayaan besar ini kepada saya.

Banyak sekali dinamika yang saya lalui dari awal awal sampai hari ini, dan benar sangat membuat saya berpikir keras bagaimana mengahadapi semua dinamika tersebut karena dinamika tidak hanya terjadi di Internal melainkan di eksternal pun terjadi.

Bagi saya pribadi politik bukanlah sesuatu yang baru, sudah bertahun tahun saya ikutin perkembangannya bahkan dari ketika saya dibangku sekolah menengah pertama saya sudah tertarik dengan buku buku politik. Namun ketertarikan saya di politik hanya sebatas untuk mengetahui ilmu politik itu seperti apa dan bagimana penerapannya saat itu. Tidak pernah ada dibenak saya ingin jadi politisi.

Waktu berjalan terus. Ketika kuliah saya mengambil jurusan Teknik Kimia. Liat jurusan saya tersebut, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan ilmu politik. Namun waktu menarik saya untuk lebih peduli dengan kondisi sosial. Saat itu saya beranikan diri menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan terpilih setelah melewati beberapa mekanisme pemilihan. Di organisasi mahasiwa inilah saya mulai berpikir dan bertindak secara politis. Keadaan yang membuat harus demikian. Ilmu kuliah yang saya pelajari sepertinya memang akan menjadi formalitas bagi kelulusan saya nanti. Oleh karena itu, saya harus lihai dalam membagi ruang di otak saya. Teknik kimia dan politik. Dua hal yang berbeda. Yang satu lebih banyak bicara tentang kepastian dan yang satu sebaliknya yaitu ketidakpastian.

Tahun 2008 adalah puncak dari kegiataan mahasiswa yang saya pimpin yaitu bergerak menuntut turunkan harga BBM dan lain lain. Kami turun ke jalan, negoisasi dengan anggota Dewan di Parlemen dan sampai dialog di kampus dengan salah satu perwakilan anggota dewan yaitu dari komisi 7 DPR RI (Saat ini beliau Ketum Partai Golkar). Aksi ini cukup berhasil sesuai tujuan kami saat itu. Lelah kami pun terbayar. Betapa bahagianya saat itu dapat kesempatan memperjuangkan kepentingam rakyat Indonesia.

Begitulah gambaran awal awal saya mengenal dan mulai berpikir dan bertindak dalam dunia politik. Sebenarnya, sebelum saya menjadi Asisten Pribadi salah satu tokoh Nasional, saya pernah kerja di tiga perusahaan nasional besar di Indonesia. Diperusahaan saya banyak belajar ilmu manajemen dan pemasaran. Ilmu yang sangat berguna untuk masa yang akan datang tentunya. Kurang lebih enam tahun kalau tidak salah. Yang satu tiga tahun, yang satunya dua tahun, yang satunya dua tahun. Akumulasi enam tahun lah saya kerja di perusahan orang.

Nah balik ke Partai Demokrat, rumah perjuangan saya saat ini. Untuk adik adik mahasiswa yang membaca tulisan sederhana saya ini, kalian bisa catat baik baik pelajaran dari pengalaman saya berada di Partai Politik besar ini. Semua orang sepakat bahwa tidak mudah menyesuaikan diri di lingkungan baru kita, ditambah berada di lingkungan orang orang pintar, berwawasan, berpengalaman dan lain lain. Tidak gampang memang, namun memang harus dihadapi sebagai konsekuensi menerima amanah yang telah diberikan Ketua Umum Partai.

Jujur..di awal awal saya terlalu banyak khawatirnya dan terlalu gampang membatalkan ide yang akan saya sampaikan. Sikap negatif itu perlahan saya redam dengan keberanian saya menyampaikan sesuatu. Saya sampaikan saja apa yang ada dipikiran saya. Saya sadar pasti ada saja yang menertawakan, menghakimi dan lain2. Dan itu wajar bagi saya karena saya adalah pemain baru di Partai besar ini. Ya keberanian itulah satu satunya yang bisa meredam sikap negatif saya di awal awal.

Tidak cukup itu. Banyak hal lagi yang harus saya sesuaikan diantaranya penguasaan ilmu politik, sikap saya ke senior senior saya, sikap saya ke pimpinan dan lain sebagainya. Kalian bayang kan, semua dinamika ini harus saya lalui satu per satu. Jadi wajar saja sampai hari ini saya masih dalam kondisi belajar memahami segalanya. Ada yang suka, ada yang tidak bahkan ada yang membenci adalah kondisi dimana semua orang pasti mengalaminya. Namun satu hal yang saya pegang adalah berbuat terbaik terus untuk partai dan kalau belum bisa memberikan yang terbaik, setidaknya jangan memperburuk nama besar partai. Ini yang saya pegang disamping selalu menghormati seluruh pengurus partai yang ada.

Ada pertanyaan yang sering muncul dari teman teman saya yang bukan dari kalangan politik, kenapa harus berlabuh di partai demokrat? Pertanyaan ini selalu saya jawab dengan narasi formal dan informal. Tergantung siapa yang bertanya. Sederhananya menyesuaikan agar gampang dipahami teman saya. Sejauh ini saya perhatikan mereka cukup memahami penjelasan saya.

10 tahun Partai Demokrat berkuasa/memimpin Indonesia dan 20 tahun Partai Demokrat telah berkontribusi banyak untuk masa depan bangsa Indonesia adalah faktor utama kenapa saya memilih partai ini sebagai rumah perjuangan bagi saya. Selanjutnya adalah sosok Ketua Umum Partai Demokrat saat ini yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau orang menyebutnya “AHY”.

Sebelum saya bergabung di partai ini, saya hanya tahu tentang AHY dari media, buku2 dan puncaknya adalah ketika beliau maju di Pilkada DKI tahun 2017.
Jujur saya benar benar mengagumi keberaniannya dalam memutuskan karir untuk hidupnya. Luar biasa, tidak memudah memutuskan sesuatu yang sama2 menjajanjikan masa depan buat kita.

Menuju dua tahun di Partai Demokrat ini, banyak hal yang bisa saya ceritakan sebenarnya tentang model kepemimpinan AHY. Banyak perubahan yang terjadi di tubuh Partai Demokrat semenjak beliau memimpin partai ini. Tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Demokrat semakin menunjukkan wajah Smart Party nya, Demokrat semakin dekat dengan rakyat melalu program kerja yang dicetuskan AHY, Demokrat tampil lebih percaya diri baik dilapangan maupun di media sosial. Banyak sekali perubahannya.

AHY, bagi saya sangat matang sekali saat ini jika dilihat dari kaca mata ilmu kepemimpinan. Beliau sangat memahami semua dinamika yang dihadapi Partai Demokrat hari ini. Progressif, berwibawa, berwawasan luas,  bersahabat, cerdas, kreatif, dan paling menarik bagi saya adalah ketika melihat beliau berbicara baik saat rapat maupun saat menyampaikan pidato kebangsaan. Kalimat yang terucap sangat rapi, jelas, detail dan visioner. Ya itulah faktanya tentang gaya kepemimpinan AHY hari ini, anda bisa lihat sendiri tentunya bagaimana ketika beliau tampil bicara di depan media media. Silahkan anda nilai sendiri ya.

AHY, bagi saya pemimpim yang mau mendengar banyak masukan, itu kenapa saya pribadi tidak heran jika selalu ada strategi bagus yang dilahirkan Partai Demokrat dalam menghadapi semua dinamika yang ada. Tentunya hal ini saya berharap tetap dipertahankan selama partai demokrat berdiri di Indonesia.

AHY, bagi saya adalah aset bangsa Indonesia, penerus generasi kepemimpinan Indonesia. AHY layak memimpin Indonesia suatu saat nanti. Tidak banyak Ketua Umum Partai yang berumur muda di dunia ini yang mampu memimpin partai besar. Anda bisa cek nantinya. Itu makanya saya juga tidak begitu heran melihat hasil survei terkini yang menunjukkan elektabilitas AHY hari demi hari mengalami kenaikan terus. Bahkan Partai Demokrat sudah selalu masuk tiga besar dalam survei yang ada semenjak beliau memimpin Partai Demokrat.

Demikianlah tulisan sederhana saya ini, semoga mampu memberikan sedikit gambaran bagaimana saya berada di Partai Demokrat dan sedikit tentang ketua Umum Partai Demokrat AHY. Silahkan ambil poin yang baik baiknya saja, buang yang tidak baik menurut anda.

Selamat Hari Ulang Tahun Partai Demokrat yang ke-20. Teruslah berkoalisi dengan rakyat karena Demokrat adalah Harapan Rakyat Perjuangan Demokrat.

DEMOKRAT, JAYA JAYA JAYA!

Hasbil Mustaqim Lubis
Sekretaris Departemen IV
DPP Partai Demokrat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed